Bioskop IMAGE

Bioskop IMAGE
Nonton Bareng....

Tahun Baru 2011

Tahun Baru 2011

Kamis, 15 Juli 2010

Anniversary 2th GKPB MAKASSAR

Tak terasa GKPB Makassar udah berjalan 2 tahun dan di tahun 2010 ini banyak perubahan dalam GKPB Mks ini. Semakin banyak jiwa dan semangat jiwa-jiwa yang terus berkobar. Nah di tanggal 17 Agustus 2010 tepatnya hari Kemerdekaan Bangsa kita, GKPB pun juga merayakan hari kemerdekaannya atas berjalannya gereja ini selama 2 tahun, yang tadinya berjalan di tahun pertama dengan jumlah jiwa 20 orang yang di awali dengan 8 orang. Sekarang GKPB Mks akan bangkit dan terus berjalan, Nah Anniversary GKPB Mks akan di adakan di Hotel Delta Lt. II Ruang Delima jam 7 mlm hingga selesai. Banyak kejutan yang akan hadir di Anniversary ini dan banyak pula souvenir yang akan diberikan kepada orang" yang sudah begitu banyak membantu.
Sukses terus buat GKPB MAKASSAR, semakin diberkati dan memberkati, dan terus melayani dalam Roh dan Kebenaran Firman Tuhan.... Terus Menjangkau, memuridkan dan mengutus dan semakin banyak pemimpin" yang baru dan terus dipakai oleh Tuhan...

Jumat, 02 Juli 2010

The Winner is

Perhelatan sepakbola dunia sedang berlangsung, semua mata tertuju pada setiap pertandingan yang di adakan di Afrika Selatan, dalam perhelatan ini terjadi banyak kejutan, beberapa Negara unggulan malah tersingkir antara lain; Perancis, juara dunia 1998 harus pulang lebih awal dan mengalami perselisihan dalam team bahkan kepulangan mereka menggunakan pesawat kelas ekonomi dan tidak mendapat hadiah dari kementrian olahraga setempat, Italia juara 2006 harus mengakui Slovenia, kegagalan Italia sekaligus membuat rekor bagi Slovenia negara pertama yang baru pertama kali ikut piala dunia langsung masuk ke babak 16 besar, tidak berbeda dengan perancis kepulangan Italia disambut oleh pendukung yang mencacimaki tim kesayangan, bahkan mereka harus melewati pintu belakang bandara guna menghindari amukan massa. Inggris juga mengalami nasib yang sama, tentunya siapapun setuju bahwa Inggris adalah tim yang bertaburan bintang, harus pulang dengan skor yang sangat memalukan setelah dikalahkan dengan Jerman 4-1. "Bola itu Bundar" tidak ada satupun pakar yang dapat dengan jitu memprediksi apakah suatu tim bisa menjadi juara atau bukan. Yang pasti juara sejati akan muncul dari tim terbaik. Sang juara tentunya adalah tim yang sudah lama mempersiapkan diri untuk berlaga, dan yang tidak kalah pentingnya sang juara mempunyai mental juara. Ada 32 negara yang berlatih keras bahkan asing tetapi belum siap menghadapi kemenangan, karena untuk menjadi pemenang tidak hanya dibutuhkan skill saja, faktor mental juga berpengaruh. "Dunia itu bundar", kehidupan yang kita jalani seperti bola yang menggelindingi, artinya kita yang harus mengendalikan bola kehidupan, tetapi satu hal yang pasti bahwa kita harus keluar sebagai pemenang asalkan kita terus berlatih baik secara fisik dan melatih mental untuk mendapatkan mahkota juara.

I Korintus 9:24-25
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya !
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita unuk memperoleh suatu mahkita yang abadi.

Sabtu, 05 Juni 2010

Kesetiaan membawa promosi



Sebelum Joel Osteen menjadi gembala di Lakewood Church, dia bekerja kepada ayahnya selama 17 tahun dan bertanggung jawab pada bagian pelayanan televisi. Dan inilah ceritanya tentang apa artinya kesetiaan.
Dulu kami membuat acara khusus televisi yang besar, konser, dan semua hal menyenangkan lainnya. Tetapi menjelang akhir hidup ayah saya, dia tidak ingin melakukannya lagi. Suatu hari, saya mendapatkan jam tayang dibanyak stasiun radio untuk memancarkan acara ayah saya. Saya telah begitu bekerja keras, dan merupakan suatu kesepakatan yang besar. Saya meminta ayah saya untuk turun ke studio hanya selama satu jam saja setiap minggunya, tetapi katanya, "Joel, saya tidak ingin melakukan itu. Saya telah berumur 75 tahun. Saya hanya ingin rileks dan menggembalakan gereja."
Saya merasa sangat kecewa. Saya pikir, "Tuhan, saya masih muda. Saya tidak ingin melakukan hal kecil. Saya memiliki mimpi yang besar. Saya memiliki mimpi yang besar. Saya ingin melakukan lebih lagi."
"Mungkin ini saatnya untuk saya pergi. Mungkin ini saatnya bagi saya untuk mencari beberapa peluang lainnya," demikian pikir saya.
Namun ketika saya bertanya pada hati kecil saya, saya tahu harus berada bersama ayah saya. Saya tidak tahu pasti kapan keputusan itu saya buat, tapi selanjutnya saya hanya melakukan yang terbaik hari demi hari.
Dua tahun kemudian, Ayah saya kembali kerumah Bapa. Saya menyadari sekarang mengapa Tuhan menaruh dalam hati saya sebuah mimpi yang besar, yaitu untuk membangun pelayanan saya sendiri. Tapi saya harus menunggu waktu yang tepat dari Tuhan. Jika saja saya tidak setia dimana saya ditempatkan, dan saya tidak menghormati dan tunduk pada otoritas saya dan memilih yang benar saya percaya, saya tidak akan berdiri dimana saya sekarang berada.
Teman, mungkin anda melihat sepertinya pintu tertutup bagi mimpi anda. Mungkin otoritas anda memiliki pemikiran yang berbeda dari anda. Tetapi begitu anda memutuskan untuk berbunga, ditempat andi ditanam, dan menjaga sikap anda; Ketika anda memutuskan untuk tidak kecewa ketika otoritas diatas anda tidak setuju dengan anda, maka anda akan menuai benih yang anda tabur, dan Tuhan akan membawa anda ketempat dimana Dia mau anda berada. Jadi tetaplah berdiri, tetaplah percaya, dan tetap lakukan yang terbaik karena Tuhan akan membawa anda ke tempat dimana anda belum pernah memimpikannya.

Maka kata tuannya itu kepadanya : Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius 25 : 23

sumber : joelosten.com

Jumat, 19 Maret 2010

Kebebasan seperti pedang bermata dua

Sejak berada di Taman Eden, Allah telah memberi manusia hak pilihan bebas. Kebebasan adalah salah satu yang paling dihargai dan menjadi dasar dari nilai-nilai Kristen, namun hanya karena kita adalah manusia, kita dapat dengan mudah membiarkan kebebasan kita berubah menjadi pemberontakan.

Yesus mengatakan kepada kita dalam yohanes 8:31, 32 dan 36 : "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku... dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekan kamu.... Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka". Kebenaran Firman Tuhan telah tersedia bagi kita, dan kita dapat memanfaatkannya dimana saja dan kapan saja. Tapi seberapa sering kita menggunakannya, ketika kita diperhadapkan dengan tekanan dan godaan yang biasa menghadang kita setiap hari dalam kehidupan sehari-hari?
Setiap hari kita diperhadapkan dengan pilihan-pilihan, sering kali kita harus membuat keputusan dengan cepat, beberapa tampak remeh, dan sebagian besar dan mampu mengubah hidup kita. Tetapi kenyataannya adalah bahwa setiap pilihan yang kita ambil mempunyai konsekuensi, baik besar maupun kecil. Yesus mengatakan kepada kita bahwa kita harus menjadi garam dan terang dunia, dan bahwa kita harus membiarkan terang kita bercahaya di depan orang (Matius 5:13-16). Tetapi Dia juga mengerti bahwa garam kita dapat menjadi hambar dan kita dapat memilih untuk "menyembunyikan" terang kita. Itu adalah pilihan kita. Kita akan kehilangan rasa asin dan menyembunyikan terang kita setiap kali kita mengompromikan integritas dan mengikuti cara dunia.
Seringkali pembenaran dan rasionalisasi selalu begitu mudah ketika kita membuat pilihan seperti, "Semua orang melakukannya," jadi kita berpikir bahwa melakukan satu kebohongan kecil atau salah satu tindakan kecil yang tidak jujur bukanlah sebuah masalah. Setan tidak selalu berjalan berkeliling seperti singa yang mengaum, "mencari orang yang dapat ditelannya" (1 Petrus 5:8) tetapi dia lebih sering bertindak seperti ular yang cerdik di Taman Eden. Ia akan menggunakan kata-kata tipuan yang manis seperti yang ia gunakan kepada Hawa, "Apakah Allah benar-benar mengatakan hal itu?" (Kejadian 3:1).
Jawaban atas pertanyaan Setan sebenarnya mudah yaitu YA, Allah memang benar-benar mengatakan itu ! Dia berbicara kepada kita, memperingatkan kita, mendorong kita, membimbing kita dan membawa kita setiap saat setiap hari. Jika kita mendengarkanNya dan percaya dan taat kepadaNya, Dia akan melindungi kita dari setiap bahaya dan godaan, dan membawa kita ke dalam hidup yang berkelimpahan. Tuhan memberi kita kemampuan untuk memilih namun ketaatan adalah keputusan kita. Kita memiliki kebebasan untuk mentaati Tuhan dan memilih integritas namun kita juga memiliki kebebasan yang sama untuk mentaati setan dan keinginan untuk berbuat dosa yang berakibatkan kematian. Pilihlah untuk taat kepada Tuhan dan Anda memilih kehidupan.

Sabtu, 20 Februari 2010

Pentingnya menyembah Tuhan

Suatu saat semua lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengaju bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, semua mahluk ciptaan Tuhan akan memujiNya, Alkitab mengatakan ketika Tuhan kembali untuk kedua kalinya, seluruh ciptaanNya akan mengenalnya sebagai Tuhan, Raja atas seluruh bumi. Kita "sudah" mengenalnya sebagai Tuhan dan juruselamat kita, seharusnya hati kita dipenuhi kerinduan untuk memuji namaNya. (Gambaran yg jelas dapat kita baca dlm filipi 2 : 9-11)
Pujian kita kepada Tuhan adalah bukti bahwa kita menerima keselamatan yang dari Allah dan menyadari bahwa kita telah diangkat Tuhan dari kegelapan masuk kepada terangNya. (baca 1 Petrus 2:9)

Waktu kita mempersembahkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan, apakah kita mengenaliNya sebagai Tuhan dan Juruselamat? Bila belum, mengapa kita tidak memulainya dari sana, mengambil langkah awal dari pengertian akan keselamatan yang telah Tuhan berikan kepada kita. Ketika orang lain melihat kita memuji dan menyembah Tuhan dengan tulus, percayalah mereka akan melihat pancaran sinar itu yang akan membawa mereka menuju Juruselamat dan menerima keselamatan kekal tersebut.
Alkitab adalah buku yang ditulis berdasarkan wahyu dari Allah dan Kristus sebagai salah satu sarana komunikasi antara Allah dengan manusia. Dalam Alkitab jelas sekali bahwa Allah adalah tujuan dari seluruh penyembahan kita. Hanya Tuhan yang layak kita puji dan sembah. Dia adalah Allah, pencipta kita, dan kita diperintahkan untuk menyembahNya.
Tanpa penyembahan hidup kita akan kacau, dan Tuhan tidak mau hidup kita kacau, Dia memiliki rencana yang mulia, berbagai cara ditunjukkanNya untuk membuktikan bahwa Tuhan mengasihi kita, Dia menginginkan kita memiliki masa depan bersamaNya. Dia menginginkan kita menikmati kehidupan kekal disurga bersamaNya. Kehidupan pujian dan penyembahan memenuhi kebutuhan yang paling mendasar bagi semua manusia, dan menakjubkan sekali, ia memberikan kekuatan dan juga membawa sukacita besar.
Banyak orang berpikir bahwa memuji dan menyembah Tuhan hanyalah kegiatan menyanyi di gereja, lebih dari itu, itu adalah sikap hati, kerinduan untuk meninggikan Tuhan dan melakukan perintahNya. Penyembahan adalah ekspresi dari kasih dan rasa kagum kepada Tuhan yang telah memberi lebih dari yang sebenarnya patut kita terima.