Bioskop IMAGE

Bioskop IMAGE
Nonton Bareng....

Tahun Baru 2011

Tahun Baru 2011

Sabtu, 20 Februari 2010

Pentingnya menyembah Tuhan

Suatu saat semua lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengaju bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, semua mahluk ciptaan Tuhan akan memujiNya, Alkitab mengatakan ketika Tuhan kembali untuk kedua kalinya, seluruh ciptaanNya akan mengenalnya sebagai Tuhan, Raja atas seluruh bumi. Kita "sudah" mengenalnya sebagai Tuhan dan juruselamat kita, seharusnya hati kita dipenuhi kerinduan untuk memuji namaNya. (Gambaran yg jelas dapat kita baca dlm filipi 2 : 9-11)
Pujian kita kepada Tuhan adalah bukti bahwa kita menerima keselamatan yang dari Allah dan menyadari bahwa kita telah diangkat Tuhan dari kegelapan masuk kepada terangNya. (baca 1 Petrus 2:9)

Waktu kita mempersembahkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan, apakah kita mengenaliNya sebagai Tuhan dan Juruselamat? Bila belum, mengapa kita tidak memulainya dari sana, mengambil langkah awal dari pengertian akan keselamatan yang telah Tuhan berikan kepada kita. Ketika orang lain melihat kita memuji dan menyembah Tuhan dengan tulus, percayalah mereka akan melihat pancaran sinar itu yang akan membawa mereka menuju Juruselamat dan menerima keselamatan kekal tersebut.
Alkitab adalah buku yang ditulis berdasarkan wahyu dari Allah dan Kristus sebagai salah satu sarana komunikasi antara Allah dengan manusia. Dalam Alkitab jelas sekali bahwa Allah adalah tujuan dari seluruh penyembahan kita. Hanya Tuhan yang layak kita puji dan sembah. Dia adalah Allah, pencipta kita, dan kita diperintahkan untuk menyembahNya.
Tanpa penyembahan hidup kita akan kacau, dan Tuhan tidak mau hidup kita kacau, Dia memiliki rencana yang mulia, berbagai cara ditunjukkanNya untuk membuktikan bahwa Tuhan mengasihi kita, Dia menginginkan kita memiliki masa depan bersamaNya. Dia menginginkan kita menikmati kehidupan kekal disurga bersamaNya. Kehidupan pujian dan penyembahan memenuhi kebutuhan yang paling mendasar bagi semua manusia, dan menakjubkan sekali, ia memberikan kekuatan dan juga membawa sukacita besar.
Banyak orang berpikir bahwa memuji dan menyembah Tuhan hanyalah kegiatan menyanyi di gereja, lebih dari itu, itu adalah sikap hati, kerinduan untuk meninggikan Tuhan dan melakukan perintahNya. Penyembahan adalah ekspresi dari kasih dan rasa kagum kepada Tuhan yang telah memberi lebih dari yang sebenarnya patut kita terima.

Selasa, 09 Februari 2010

Melangkah dgn Iman dgn Mata terfokuskan kepada Tuhan


Saudara-saudari, masih terbayang dengan segar di ingatan kita masing-masing, suasana yang indah saat kita dihari Paskah tahun 2009 yang lewat. Dengan penuh semangat kita bekerja siang malam menyelesaikan pembangunan gedung berbentuk kerangka beton dapat kita gunakan untuk beribadah dengan sukacita.
Sekarang, apakah yang akan kita lewati di tahun 2010? Sukacita yang semakin merosot? Semangat yang semakin pudar? Gairah yang semakin menurun? God forbid! Dijauhkan kiranya hal itu dari diri kita !
Justru sebaliknya semangat dalam diri kita harus semakin lebih meluap. Gairah dalam diri kita harus semakin meningkat.

Walaupun tantangan semakin tak mudah, walaupun jalan yang kita daki semakin terjal, walaupun persoalan hidup bukan semakin lebih mudah, tetapi Tuhan yang telah bekerja di dalam dan melalui diri kita di tahun 2009 adalah Tuhan yang sama yang akan bekerja di dalam dan melalui diri kita di tahun 2010.

Ia yang telah menyanggupkan kita untuk melakukan hal-hal yang melampaui kekuatan kita di tahun 2009 tetap melakukan yang sama di tahun 2010.
Oleh karena itu saya mengajak anda semua untuk memasuki tahun 2010 dengan iman yang teguh dan pandangan mata yang terfokuskan kepada rancangan Tuhan. Selama Rasul Petrus melangkah dengan mata tertuju kepada Kristus ia akan berjalan di atas air. Tetapi bila ia mengalihkan pandangan matanya kepada tingginya ombak, hatinya akan dipenuhi kebimbangan, imannya menjadi pudar, segeralah ia tenggelam ke dalam air.
Mari, melangkah dengan iman dengan mata terfokuskan kepda Tuhan. Mari, kita melangkah di dalam mujizat-Nya di tahun 2010. Mari kita berjalan di atas air dan membuktikan bahwa Tuhan Yesus hidup dan kasih serta kuasaNya tak pernah berubah untuk selama-lamanya.

By ; Dr. Bambang Widjaja

Jumat, 04 Desember 2009

Di Natal ini aku kehilangan Mama


Aduh, anak mama ini malas sekali, ayo bangun..udah siang, “kata mama sambil memanjakanku “. Aku berusaha bangun, tapi badan ini serasa tak bisa digerakkan, badan ini sakit sekali dan aku lemas sekali. Tapi mama berusaha membangunkanku sambil memijat badanku, lalu meraba kepalaku dan berkata, ”aduh… badan kamu panas nak”. Saat itu juga mama langsung mengompresku dengan air dingin, dan membuatkan aku teh hangat, mama merawatku dengan hati seorang ibu yang sangat sayang sekali dengan anaknya. Akhirnya sore itu juga badanku mulai merasa nyaman dan segar. Aku bangun dari tempat tidur dan aku langsung pergi menghampiri mama. Teriakku, “ mama…mama…mama… terima kasih yah, aku terus memeluknya dengan erat dan menciumnya hingga mama terheran – heran melihatku, mama pun mencium dan memelukku “. Saat itu aku merasakan bahwa mama adalah tempat curahanku, tempat dimana aku senang, ia selalu membantu, saat aku susah pun ia selalu menolongku, saat aku sedih ia menghiburku. Sampai – sampai aku berkata, “ Terima kasih Tuhan aku bersyukur Kau berikan aku mama yang sangat baik, mama yang sangat sayang kepadaku. Beberapa bulan kemudian, mama yang wajahnya selalu senang, tiba – tiba menjadi sedih, ia sendiri merenung dan air mata mulai keluar perlahan – lahan. Saat aku melihatnya begitu, aku heran kenapa mama menangis? Aku pun mulai mendekati mama dan langsung memeluknya dan berkata, “ Ma… kok nangis?? “. Jawab mama denagan hati yang tegar, ah ga’ ada apa-apa kok nak, mama cuman sedikit pusing aja. Mama berusaha menutupi kesedihannya. Mama adalah mama yang tegar, ia tidak mau memberitahu aku dengan apa yang terjadi sebenarnya. Jawabku dengan tegas, “ aduh…mama mama… jangan sedih lagi, nanti kalo mama sedih aku juga sedih donk”. Akhirnya mama tidak bersedih,ia tetap kuat, dan tegar. Mama pun langsung membuatkan aku makanan yang enak dan kita berdua makan bersama – sama. Begitu senangnya aku dan mama yang lagi ngobrol, tiba – tiba saja terdengar suara kaki yang berjalan menuju ke arah kami yang sedang makan. Suara kaki melangkah, Tuk..Tuk..Tuk.. Halo semuanya, teriak Papa yang baru saja datang bertugas di Medan. Begitu melihat papa datang aku langsung memeluknya erat – erat dan menciumnya. Mama yang tadinya sedih, menjadi tertawa karna melihat aku yang begitu sayang dengan papa. Huu.. papa bikin kaget aja, kok papa ga’ bilang – bilang sih kalo mau datang? “ Tanyaku dengan hati yg senang ”. Jawab papa sambil tersenyum, kan mau ngasih kejutan buat kalian berdua. Akhirnya hatiku semakin senang karna mama udah ga’ sedih lagi dan papa udah kembali. Aku bersyukur sekali Tuhan… Engkau sudah membuatku senang, engkau juga membuat mamaku senang. Waktu demi waktu udah terlewati, tak terasa seminggu lagi hari natal akan tiba. Aku pun udah memasuki semester akhir. Aku bersyukur sekali punya kedua orang tua yang mendukungku dan aku selalu ingat kata - kata mama, ” Maju, semangat and never give up...” .Sementara aku lagi sibuk – sibuknya membuat skripsi, mama juga sibuk membuat kue untuk natal nanti, tapi apa yang terjadi dengan mama, tiba – tiba terdengar suara gelas pecah, aku kaget dan langsung keluar dari kamar dan melihatnya. Teriakku kaget, “Ah.. mama..mama..mama kenapa?”.Teriakku, “Papa.... cepat pa..mama pingsan..”. Mendengar suara aku berteriak, papa langsung cepat – cepat keluar dari kamar dan menghampiriku. Teriak papa, “Aduh.. cepat kamu telepon dokter sekarang ”. Aku langsung menuju ke arah telepon, Jawabku dengan gugup ” Dokter.. tolong segera datang, mama saya pingsan” . Saat itu juga hatiku gelisah dan takut, kuberkata dalam hati ada apa sebenarnya dengan mama. Setelah dokter memeriksa mama, aku langsung menghampiri mama dan terus berada di dekatnya, aku mulai mengeluarkan air mata dan berkata, ma.. mama kenapa? aku terus ada didekat mama. Tak terasa pagi tiba, mama terbangun dan ia mengelus kepalaku dan berkata “Hey nak.. bangun, saatnya untuk pergi kuliah”. Begitu mendengar mama yang membangunku, hatiku mulai senang karna bisa melihat mama pulih lagi. Begitu senangnya, aku langsung memeluk mama dan berkata, “ ma.. mama jangan terlalu capek dan ga’ usah buat kue, nanti aku saja? ”. Aku takut kehilangan mama… Jawab mama dengan senyumannya, “ mama ga’ apa – apa kok, sudah saatnya kamu siap – siap ke kampus, nanti telat lho.”Melihat mama yang udah sehat lagi, hatiku berkata, “ Thank you Lord ”. Akhirnya tibalah hari natal, saatnya aku, mama dan papa berkumpul lagi. Kataku, ” Oh Tuhan aku sungguh bersukacita karna Engkau telah memulihkan mamaku dan kami bisa berkumpul lagi ”.Bagiku di hari natal ini adalah hal yang paling bahagia, Engkau juga sudah membuatku manjadi orang yang sukses dalam menyelesaikan kuliah dgn nilai yang memuaskan. Teriakku,” Thank You Lord ”. Beberapa bulan kemudian kesehatan mama mulai terulang lagi, tapi aku hanya berpikir kalo mama mungkin terlalu capek. Ternyata penyakit mama sangat fatal, aku sama sekali tidak tahu yang sebenarnya. Papa selama ini menyembunyikan penyakit mama dari aku. Saat itu juga mama yang berada dirumah sakit hanya bisa tertidur tanpa bisa apa – apa, melihat mama seperti itu hatiku semakin sedih. Dengan penasaran penyakit mama sebenarnya apa, aku langsung menghampiri papa, tanyaku dengan tegas, “ Pa… kenapa mama? “. Melihatku yang begitu sedih, akhirnya papa mulai cerita. Jawab papa dengan wajah yang sedih, “ saat ini kondisi mama memang semakin menurun, mama terkena KANKER RAHIM stadium lanjut, kata dokter bisa di operasi cuman resikonya besar. Papa udah berusaha melakukan yang terbaik, dan papa juga udah bicara dengan mamamu, tapi mama ga mau di operasi. Mendengar cerita papa, hatiku semakin sedih, aku tidak tahu mau bilang apa lagi. Aku hanya menangis dan menangis sambil ku peluk papa dan mengatakan kenapa harus begini dan kenapa sakit mama begitu berat. Papa hanya terdiam dan mengelus kepalaku, aku mulai memberontak dan berteriak keras,” kenapa harus mama !!!!!”. Papa terus memelukku erat - erat dan mengatakan “ Sudahlah nak, percayalah pasti mama sembuh “. Aku hanya terus menangis betapa berartinya mama bagiku.Teriakku “ Don’t Go Mama.Beberapa minggu kemudian, mama masih juga terbaring lemas dan tak berdaya. Hatiku hanya merasakan kesedihan yang terus menerus, hingga mata ini serasa sakit karna air mata yang terus keluar. Aku hanya berada terus di samping mama dan berdoa kepada Tuhan biar mama di beri kesembuhan dan bisa bersama – sama dengan kami. Saat ini juga aku melipat kedua tanganku dan kepala menunduk hingga air mata terus berjatuhan ke lantai. Tanyaku kepada Tuhan, Bapa.. ampunilah aku, ampunilah mamaku, ampunilah papaku.. aku datang kepadaMu dengan hati yang sedih, Bapa biarlah Kau yang menyembuhkan Mamaku and I Believe you God. Bapa biarlah mujizatMu yang terjadi untuk mamaku, aku percaya ketika aku terus berdoa, mama akan sembuh. Hanya satu permintaanku Bapa yaitu buat mijizatMu terjadi dengan mama. Hanya dalam nama Yesus aku sudah berdoa dan mengucap syukur. Amien.Begitu aku selesai berdoa, aku langsung menghampiri mama yang terbaring di tempat tidur. Tanyaku dengan hati yang sedih, “ Ma… bangun, aku datang untuk mama dan aku mau mama mendengarkan curahan hatiku “ Aku terus bicara di hadapan mama hingga akhirnya tangan mama mulai bergerak dan perlahan – lahan mata mama terbuka. Merasakan dan melihat itu semuanya hatiku menjadi senang dan aku berteriak,Thank you Lord. Begitu senangnya melihat bergerak aku langsung memeluknya erat – erat dan mengatakan mama harus kuat dan percaya pasti sembuh. Jawab mama sambil mengangguk kepalanya, “ Iya nak..” Tak sampai disitu, kondisi mama memang pulih kembali, tetapi saat ini juga mama masih memakai oksigen dan infus dimana –mana. Tapi aku terus berdoa dan percaya klo Tuhan pasti bisa menyembuhkan mamaku.Beberapa minggu kemudian, mama gawat lagi, dan kali ini mama hanya bisa berserah kepada Tuhan. Tapi aku tetap terus memberontak karna aku percaya kalo Tuhan pasti bisa menyembuhkan mama. Papa terus memberiku arahan bahwa mama akan lebih bahagia lagi jika ia bersama Jesus. Aku tetap tidak mau menerima itu, aku terus berteriak” Tidak !!!! Mama pasti sembuh, pasti Tuhan Yesus sembuhkan mama, aku percaya itu Tuhan “. Tiba saatnya masa kritis buat mama, dimana mama terus memnggilku dengan nada yang susah di ucapkan.Aku tidak tega lagi melihat mama, aku hanya terus menangis, tapi mama terus memanggilku. Akhirnya aku pun mendekati mama dan memegang tangannya sambil air mata ini terus mengalir. Jawabku dengan air mata yang terus berjatuhan di tangan mama, “ Ma.. aku minta maaf, aku janji jadi anak yang rajin dan penurut ”. Mendengar seruanku, akhirnya mama pun mengembuskan nafas terakhir dan matanya pun mulai tertutup. Teriakku “ TIDAK !!! MAMA DON’T GO…… JANGAN PERGI….. “ Papa terus memelukku dan berkata, “ sudahlah nak, relakan mama karna Tuhan memberikan yang terbaik buat mama ”. Saat itu juga hatiku mulai marah dengan Tuhan, karna tadinya aku percaya kalo mama itu pasti sembuh tapi mengapa mama malah pergi !!!. aku terus memberontak dan memberontak, papa terus memberiku nasehat. Kata papa, ” mama sudah bahagia bersama Yesus, apa yang sudah kita lakukan buat mama, itulah yang terbaik dan Tuhan sudah berikan kesembuhan bagi mama yaitu di dalam rohaninya dan seisi keluarganya. Kata papa sambil memeluk aku, “ kamu harus tetap kuat dan mengucap syukurlah kepada Tuhan karna Tuhan masih memberikan kamu papa yang sekarang masih ada mendukung dan mendampingi kamu, percayalah nak, Tuhan itu baik “. Mendengar kata – kata papa, hatiku mulai pulih dan kesedihanku pun mulai larut. Aku pun mengucap syukur, Tuhan Engkau sudah memberikan yang terbaik buat mama, papa, dan. ” Thank You Lord ....kataku sambil memeluk papa ”.

Rabu, 30 September 2009

Lebih Penting dari Medali Emas Olimpiade


Untuk bisa lolos ke olimpiade membutuhkan perjuangan bertahun-tahun mencucurkan keringat, menahan rasa sakit dan keteguhan dalam berlatih. Namun beberapa atlit paling berbakat di dunia yang bertanding dalam olimpiade Beijing ingin dunia mengetahui bahwa ada sesuatu yang lebih penting daripada memenangkan medali emas, hal itu adalah hubungan dengan Tuhan.

Mereka adalah Allyson Felix, juara lari 200 m yang memenangkan 3 kali pertandingan pada US Outdoor dan menyandang medali perak pada olimpiade 2004; Brian Clay, pemegang medali perak pada cabang decathlon Olimpiade 2004; dan Ryan Hall, pelari marathon pada olimpiade Beijing 2008 kali ini. Mereka hanyalah beberapa atlit yang pada olimpiade 2008 ini bukan sekedar bertanding, tapi lebih dari itu tujuan utama mereka adalah membagikan iman mereka dalam Kristus pada para penggemarnya.

Melalui website BeyondTheUltimate.org, yang disponsori pleh sebuah pelayanan yang bernama Athletes In Action, para atlit ini membagikan kisah mereka tentang tujuan utama mereka dalam hidup.
"Iman saya adalah hala yang paling penting dalam seluruh aspek kehidupan saya," Felix menuliskan dalam sebuah halaman BeyondTheUltimate.org "Kehidupan masa kecil saya tidaklah sempurna. Saya pernah mengalami masa-masa sulit dan melalukan beberapa pilihan yang saya sesali, tetapi saya sangat bersyukur karena Tuhan tidak pernah berhenti mengasihi saya."
Felix yang ayahnya adalah seorang professor di sebuah seminari mengatakan bahwa setiap kali dia berlari, dia berharap orang-orang bisa melihat karakter Kristus dalam hidupnya.
Ayat favoritenya adalah Filipi 4 :6-7, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan sengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memeliharahati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
Ayat tersebut selalu menguatkan hati saya ketika saya menghadapi berbagai tekanan, dan juga memberi ketenangan ketika harus melewati berbagai pergumulan hidup." Dia menambahkan bahwa seseorang memerlukan sebuah hasrat dan alasan yang kuat untuk melalukan sesuatu.
"Tujuan adalah hal yang penting yang saya rasa akan mengarahkan seseorang kepada kesuksesan," demikian felix membagikan apa yang ia percayai. "Saya tahu bahwa talenta saya berasal dari Tuhan. Dan itulah yang menjadi tujuan saya : Berlari untuk memuliakan Dia."

Demikian juga yang dibagikan oleh Ryan Hall, pelari marathon pada Olimpiade kali ini. Kedamaian yang didapatnya dalam Kristuslah yang membuatnya bisa berlari dengan baik. Mimpi Hall tentang olimpiade sudah dimilikinya sejak kelas 8 ketika dia berlari sejauh 15 mil mengelilingi kota. Dari titik itu, dia mulai menaruh rasa berharga dan kebahagiaannya dengan berlari.
"Hasilnya adalah frustasi, ketakutan, depresi dan rasa kosong dalam hidup saya,"demikian ungkap Hall. "Tetapi ketika saya menjadi dekat dengan Kristus, rasa kosong dan kepuasan sya semakin hari semakin bertumbuh dan hal itu rasanya lebih dari memenangkan sebuah pertandingan."

Brian Clay juga mengatakan bahwa iman membantunya mengerti bahwa "kemenangan bukanlah segala-galanya."
Setiap orang sedang berada dalam gelanggang pertandingan, itulah yang tertulis dalam ibrani 12:1-2, "Karena iman kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk disebelah kanan Tahta Allah."

Itu adalah pertandingan kehidupan, dan kemenangan dalam pertandingan ini lebih penting dari medali emas manapun yang ada didalam dunia ini. Untuk memenangkan pertandingan ini, petunjuknya sudah jelas :

  1. Tanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi
  2. Berlomba dengan tekun
  3. Mengarahkan mata kita pada Yesus
Inilah hadiah yang akan menanti, iman yang sempurna dan mahkota kehidupan. Jadi tetap semangat, terus bertanding. Jangan lupa, ada para penonton, fans dan cheeleader yang menyemangati dan memperhatikan loh "karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita." Jadi jangan cepat putus asa, karena pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, tetapi mereka yang tidak pernah menyerah. Yes ! Anak-anak Tuhan ditentukan untuk menjadi lebih dari pemenang. Semangat !

Minggu, 28 Juni 2009

SEJARAH PEMBENTUKAN NAMA IMAGE

Written by Jeffrey Kurniawan
Tuesday, 17 July 2007 16:26

Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) merupakan sebuah gereja yang dimulai oleh sekelompok anak-anak muda yang menangkap visi dari Allah. Oleh anugerah Allah, GKPB mengalami perkembangan yang sangat baik tetapi GKPB tetap tidak melupakan beban untuk melayani anak-anak muda.

Melihat pentingnya melayani anak-anak muda maka pada tahun 1996 diadakan pertemuan di Bandung untuk membentuk komisi khusus bagi anak-anak muda di dalam kepengurusan Majelis Pusat GKPB yang selanjtnya dikenal dengan komisi PPM (Pelajar, Pemuda dan Mahasiswa).

Pada tahun 2000, Komisi PPM mengadakan Konvensi Pemuda Nasional GKPB pertama yang diberi nama Youth Impetus. Di dalam pertemuan Youth Impetus inilah lahir sebuah visi untuk pelayanan anak-anak muda GKPB yaitu Menjadi generasi penggerak dalam kebangunan rohani, pembaharuan moral yang Alkitabiah, pembaharuan gereja dan perintisan gereja.

Pada tahun 2001, pengurus Majelis Pusat GKPB mengadakan rapat di Lembang. Salah satu topik yang dibahas pada saat rapat tersebut adalah mengenai keberadaan pelayanan ank muda GKPB. Menurut pemikiran para pengurus Majelis pusat GKPB, kegerakan pelayanan anak-muda di Indonesia sangatlah diperlukan dan anak-anak muda GKPB harus bisa menjadi pionir untuk mewujudkan kegerakan tersebut. Melalui diskusi dan pembicaraan yang cukup intens maka salah satu hal yang dianggap penting untuk mewujudkan hal tersebut adalah adanya penyeragaman nama dan visi untuk pelayanan anak muda GKPB.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sejalan dengan perkembangan gereja-gereja lokal GKPB, maka pelayanan anak-anak muda mulai banyak bermunculan di dalam gereja-gereja lokal GKPB. Masing-masing pelayanan anak Muda GKPB memiliki ciri khas dan metode yang disesuaikan dengan konteks daerah dimana mereka berada. Selain itu, masing-masing pelayanan anak muda GKPB di dalam jemaat lokal memiliki nama dan visi yang berbeda-beda. Karena itu Pengurus Majelis Pusat GKPB (MP-GKPB) meminta komisi PPM untuk melakukan penjajakan agar penyeragaman nama dan visi di dalam tubuh pelayanan anak muda GKPB dapat terwujud.

Setelah mendapat mandat dari pengurus MP-GKPB, maka komisi PPM mulai mengadakan konsolidasi ke beberapa gereja lokal GKPB untuk mendapatkan masukan tentang rencana penyeragaman nama dan visi pelayanan anak muda GKPB. Respon dari masin-masing gereja lokal berbeda-beda. Ada yang menyambut dengan antusias namun tidak sedikit yang menolak dengan berbagai alasan serta menganggap semua itu belum perlu dilakukan dan lebih baik tetap dalam keadaannya seperti saat itu. Respon-respon dari gereja-gereja lokal tersebut disampaikan oleh komisi PPM kepada MP-GKPB dan diputuskan agar rencana penyeragaman nama dan visi ditunda terlebih dahulu sambil melihat perkembangan yang ada.

Pada tahun 2002, para pengurus MP-GKPB mengadakan rapat dan kembali menyinggung tentang realisasi penyeragaman nama dan visi pelayanan anak muda. Mandat kembali diberikan kepada komisi PPM untuk melakukan penjajakan penyeragaman nama dan visi pelananan anak muda GKPB. Memang untuk melakukan perubahan tidaklah mudah tetapi dengan anugerah Allah semuanya bisa berjalan.

Setelah melalui sosialisasi dan pendekatan yang berulang kali akhirnya mulai ada keterbukaan dari berbagai pelayanananak muda di gereja-gereja lokal GKPB mengenai penyeragaman nama dan visi. Hal ini membuat komisi PPM bergerak cepat dengan melakukan persiapan untuk dapat mempertemukan para pemimpin pelayanan anak muda GKPB sehingga masalah penyeragaman nama dan visi bisa diwujudkan. KarAena itu komisi PPM mengambil keputusan untuk mengadakan pertemuan khusus para pemimpin pelayanan anak-anak muda GKPB di sela-sela acara konvensi Pemuda Nasional: Youth Impetus III yang dilangsungkan di Lembang dari tanggal 1-4 Juli 2003.

Setelah mengadakan pembicaraan dan diskusi yang hangat antar pemimpin pelayanan anak muda maka mayoritas yang hadir di dalam pertemuan tersebut sepakat tentang pentingnya dilakukan penyeragaman nama dan visi. Mengenai penyeragaman visi, semua yang hadir sepakat untuk menggunakan visi yang sudah ada yaitu hasil Youth Impetus I. Sedangkan untuk nama, dilakukan pengumpulan usulan-usulan nama pelayanan. Ada beberapa usulan sehingga perlu dilakukan pemungutan suara dimana nama IMAGE (Impacting All Generations) memperoleh suara terbanyak.

Akhirnya pada tanggal 3 Juli 2004, mayoritas para pemimpin pelayanan anak muda yang berjumlah kira-kira 50 orang yang berasal dari berbagai gereja lokal GKPB sepakat untuk melakukan penyeragaman nama dan visi yaitu IMAGE dengan visinya: Menjadi generasi penggerak dalam kebangunan rohani, pembaharuan moral yang Alkitabiah, pembaharuan gereja dan perintisan gereja.