Bioskop IMAGE

Bioskop IMAGE
Nonton Bareng....

Tahun Baru 2011

Tahun Baru 2011

Jumat, 07 Januari 2011

Salah Gaul, Salah Tujuan

Setiap kita lahir di dunia dengan membawa talenta dan misi khusus dari Tuhan agar kita menjadi yang terbaik di dunia ini. Misi ini tidak tergantikan dan kita satu-satunya makhluk yang paling unik-"Limited Edition" yang bisa merealisasikannya. Kita hanya bisa bahagia, merasa penuh dan utuh sebagai pribadi jika kita memenuhi takdir kita. Tempat kita tidak tergantikan di dunia ini.
Yang menjadi masalah, ini misi pribadi kita. Orang lain, bahkan orang tua kita, sering tidak mengerti akan misi Tuhan yang spesial ini hingga kita sebagai orang tua kadang-kadang memaksa/mempengaruhi' anak kita agar menjadi baik' sesuai keinginan kita. Tanpa disadari bahwa yang baik itu' bisa saja bertentangan dengan rencana Tuhan bagi hidupnya. Contohnya, kita lebih suka anak kita sekolah Jurusan bisnis menurut kita aman dan menjanjikan daripada mengijinkan anak kita menjadi atlet. Digereja ada pemimpin demikian, karena kekurangan pengajar, seseorang yang talentanya bukan disana, didorong sedemikian rupa untuk mengajar hingga kadang-kadang menimbulkan beban tersendiri.
Agar kita bisa menjadi pribadi yang seutuhnya, sebagai orang tua hendaknya kita belajar untuk mengamati apa talenta anak-anak kita dan mendoakannya. Kita minta hikmat dan bimbingan Tuhan agar kita dapat mengarahkan anak-anak kita, memotivasi dan membimbingnya agar mereka dapat mencapai potensi maksimalnya sesuai dengan rencana Tuhan bagi hidupnya.
Sebagai pribadi yang sudah mengerti kebenaran ini, maka kita hendaknya belajar untuk menggenapi rencana Tuhan bagi diri kita pribadi. Kita tidak lagi sibuk membandingkan diri kita atau bersaing dengan orang lain namun kita menjadi yang terbaik dalam bidang kita masing-masing dengan ke'khas'an kita. Di dalam gereja, kita saling mendukung dan mendorong agar jemaat bisa bahu-membahu saling mengisi supaya sebagai tubuh Kristus menjadi maju, berkembang dan sempurna. Dalam perjalanan hidup kita, Tuhab akan mengirimkan orang-orang untuk menginspirasi kita agar kita menyadari akan talenta atau jalan yang harus kita tempuh sehingga potensi kita bisa berkembang maksimal. Di waktu lain Tuhan akan mengirimkan orang-orang untuk memberi kita perkataan iman yang mendorong kita untuk maju. Tuhan juga akan menuntun kita menemukan jalan-jalan yang harus kita tempuh. Tuhan mempertemukan kita dengan orang-orang yang tidak terduga untuk menunjukkan jalan bagi kita.

Ketika semua itu terjadi, jangan ragu-ragu, ikuti kehendak Tuhan sambil terus berdoa minta hikmat serta bimbanganNya. Tuhan bekerja bersama kita namun yang terpenting kita harus bertindak dan taat kepadaNya.

Kamis, 06 Januari 2011

Bicara dengan bahasa Iman

Ada sebuah peta yang menarik yang terpampang di Museum British,London. Peta itu adalah milik seorang angkatan laut yang digambarkan pada tahun 1525, yang menggambarkan garis pesisir Amerika Utara dan perairan perbatasan. Pembuat peta ini membuat catatan menarik tentang daerah-daerah yang belum di jelajahi. Ia menuliskan ; "Disini ada raksasa-raksasa", "Disini ada kalajengking-kalajengking merah," "dan "disini ada naga-naga". Hingga akhirnya peta itu menjadi milik seorang pria bernama Sir John Franklin, seorang penjelajah asal Inggris di awal tahun 1800. Sir John menghapus semua tulisan yang menakutkan itu dan menggantinya dengan kalimat, "Disini ada Allah". 

Sir John Franklin memahami bahwa bahasa masa depan adalah bahasa Iman. Sama seperti yang ditulis Roma 4 yang menceritakan kisah Abraham. Abraham dikatakan, "Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah ia janjikan." (Roma 4:20-21). Abraham menginvestasikan Imannya pada Allah yang menguasai masa depan. Ia berbicara dengan bahasa Iman.

Kosa kata iman tidak berkata,"Aku terlalu muda, terlalu tua, tidak terpelajar, tidak siap dan tidak mampu". Itu adalah kosa kata masa kini dan masa lalu-bahasa ketidakpercayaan. Bahasa masa depan adalah bahasa Iman, bahasa penciptaan.

Allah telah memanggil anda untuk menggunakan bahasa Iman ini setiap hari, sehingga anda bisa menghadapi masa depan dengan penuh keberanian. Apakah anda sudah fasih menggunakan bahasa Iman ini, atau masih terbiasa dengan bahasa ketidakpercayaan? Mari kita bersiap memasuki tahun2011 dengan melatih diri menggunakan bahasa Iman.

Bahasa Iman membuat mijizat menjadi nyata dalam kehidupan Anda.

Roma 4:18
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namunAbraham berharap juga dan percaya, bahwa Ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan : "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu".

Selasa, 16 November 2010

Pemimpin Baru Semangat Baru

Kenapa gambar cover ini diberi efek lukisan, karena belum jelas mau dibawa kemana kita (mirip lagu Band Armada, "mau dibawa kemana hubungan kita"). Foto yang ada pada cover bulletin kita adalah Ketua Umum Sinode GKPB yang baru, yaitu Pdt. Yusak Toto Andrianto, selain ketua sinode beliau juga menggembalakan GKPB Medan. Ya begitulah hasil musyawarah besar GKPB yang berakhir dengan voting yang walaupun banyak sekali kekurangan disana sini tetapi Tuhan sudah menetapkan orang-orang yang memimpin GKPB periode 2010-2014.
       Dengan Kepemimpinan yang baru kita harus optimis bahwa akan ada semangat yang baru yang mengalir dari atas turun kebawah seperti nyanyian ziarah Daud, Mazmur 133:1-3, Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun ! Seperti minyak yang baik diatas kepala meleleh ke janggut Harun dan leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.
       Tentunya semangat untuk memasyurkan nama Tuhan Yesus keseluruh Indonesia, semangat akan mengalir kalau ada kebersamaan dan kerukunan diseluruh pemimpin MDC. Seperti sebuah keluarga yang penuh penuh dengan dinamika dan permasalahan dari setiap anggotanya, disinilah peran pemimpin yang berfungsi sebagai orangtua yang berwibawa dan tegas dalam mengolah keluarga yang kita cintai ini yaitu Keluarga Masa Depan Cerah.
        Ketika ada harmonisasi dalam keluarga maka semangat akan mengalir turun dari atas kepala memeleh ke janggut kemudian memeleh samapi ke leher jubah dan kesetiap jemaat sehingga setiap orang yang sudah dimuridkan akan memiliki semangat untuk merintis gereja lokal diberbagai kota. GKPB Masa Depan Cerah Makassar siap untuk menerima semangat dari pemimpin yang baru, bersama kekuatan dari surga MDC Makassar siap mempertaruhkan segalanya untuk kemuliaan nama Tuhan kita Yesus Kristus dan untuk pertumbuhan gereja kita, Gereja Kristen Perjanjian Baru.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Tiga Pria Bodoh


Perkenalkan, ini Joe. Joe bukan nama sebenarnya dan pada kenyataannya Joe bisa nama siapa pun. Joe percaya pada Tuhan tetapi tidak merasa bahwa ia perlu memiliki hubungan dengan-Nya. Bagi Joe, Tuhan adalah pencipta bumi, penjaga dunia agar tetap seimbang dan pemberi mukjizat dan penyembuh ketika seseorang sedang sakit. Itulah pandangan Joe mengenai Allah. Joe berpendapat bahwa agama adalah bagi mereka yang memiliki kekosongan dalam hidup mereka. Dan ia menganggap dirinya tidak pernag mengalami kekosongan. Joe lulus kuliah dan mulai bekerja untuk gaji 25 ribu setahun. Empat belas tahun kemudian, Joe mendapatkan penghasilan empat kali lipat dari yang pernah ia terima dahulu pada saat awal-awal berkarir. Kini, ia memiliki rumah di pinggir kota, seorang istri, anak dan seekor anjing. Tidak lama lagi ia pun akan menduduki posisi di perusahaannya sebagai vice president. Jadi, bagi Joe tak ada alasan baginya untuk membutuhkan Tuhan.
Perkenalkan, ini Jack. Jack bukanlah nama sebenarnya dan kenyataannya Jack bisa nama siapa saja. Jack percaya pada Tuhan tetapi ia tidak menyukai-Nya karena merasa Tuhan juga tidak menyukainya. Jack melihat orang-orang Kristen yang tampaknya telah hidup bahagia dan berpikir Tuhan menyukai mereka. Anda lihat Jack telah memiliki sekitar tujuh pekerjaan yang berbeda sejak lulus dari SMA, 18 tahun yang lalu. Saat ia bekerja di perusahaan pertambangan, perusahaan itu tutup. Ketika bekerja di pabrik, pabrik dimana ia bekerja disana pun tutup, bahkan ia kerap mengalami masalah dengan punggungnya ketika melakukan pekerjaan yang berat. Jack sering bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak menyukainya, tetapi ia tidak pernah menanyakan langsung itu kepada Dia. Jack hanya terus merasa sengsara dan bergaul dengan orang-orang pada Sabtu malam serta menertawakan orang-orang tua ketika mereka meninggalkan gereja Katolik di seberang bar lokal. Jack tidak membutuhkan Allah.
Perkenalkan, ini James. James bukanlah nama sebenarnya dan pada kenyataannya James bisa nama siapa saja. James tidak percaya pada Tuhan. James baru lulus dari perguruan tinggi dan memiliki gelar yang ia prediksi tidak akan pernah digunakannya. Untuk saat ini ia bekerja serabutan. James adalah pemuda yang bebas dan menyukai pesta. James tidak percaya pada Tuhan karena ia tidak pernah belajar kebenaran tentang Allah. James tumbuh tanpa doa di sekolah dan disana ia diajarkan mengenai teori evolusi. James berpikir bahwa orang-orang religius adalah keren tapi ia menganggap orang-orang tersebut sebenarnya kehilangan sesuatu. Ia percaya umat Kristen menjadi pengikut Kristus agar kesalahan mereka bisa dibersihkan. Ia tahu bahwa ia memiliki beberapa kesalahan, tapi ia lupakan hal tersebut dengan menghabiskan  waktu bersama dengan teman-temannya. James memikirkan apa yang ditawarkan oleh kehidupan ini dan ia melihat tidak ada. Menurutnya, hidup adalah sampah besar. James tidak membutuhkan Allah.
Pada kenyataannya, kita semua membutuhkan Tuhan. Dia ada dan Dia tidak membenci siapa pun. Dia mengasihi kita semua tapi Dia membenci dosa-dosa kita. Dia benci dengan kesombongan Joe, perasaan rendah diri Jack dan kekurangpercayaan James kepada-Nya. Apa yang ditunjukkan oleh Joe, Jack dan James adalah sikap yang diambil kebanyakan orang kini. Banyak dari mereka yang merasa tidak membutuhkan Tuhan karena mereka telah memiliki semua yang mereka butuhkan. Ada juga orang-orang yang merasa bahwa Allah telah meninggalkan mereka dan akhirnya mengambil keputusan untuk menjauh dari diri-Nya. Tak sedikit manusia yang tidak pernah diberitahukan mengenai Tuhan. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya "Pergilah dan jadikan semua bangsa murid-Ku, baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus." Dia menyuruh kita melakukan ini karena Dia tahu ada Joe-joe, James-james, dan Jack-jack di dunia. Dia menyuruh kita melakukannya karena Dia mengasihi setiap mereka.
Bila Anda seorang Joe atau Jack atau James, cobalah untuk mengetahui lebih dalam tentang Tuhan yang begitu mengasihi Anda. Namun, jika Anda bukan seorang Joe atau Jack atau James, tetapi Anda mengetahui ada orang yang seperti itu disekitar Anda, maka mulailah berdoa bagi mereka. Bicaralah kepada mereka. Bagikan hidup Anda kepada mereka dan beritahukan bagaimana hubungan dengan Tuhan Yesus Kristus telah mengubah kehidupan Anda menjadi pribadi yang baru, pribadi yang penuh kasih.
Sumber : christianlifestories

Membangun Citra Diri


Membangun citra diri, email from messanger
Apa yang dilakukan oleh manusia pada hakekatnya adalah proses tiru-meniru. Dari generasi ke generasi proses ini berlangsung secara otomatis. Pola pikir dan tindakan orang pada umumnya mengacu dan berdasar pada apa yang sudah dilakukan oleh orang sebelumnya atau yang mendahuluinya. Ini juga dapat disebut pula sebagai dosa turunan.
Salah satu hal yang diwariskan oleh generasi pendahulu kita adalah: membangun citra diri yang yang salah. Orang berjuang untuk menjadi seseorang seperti yang diidolakannya. Mengidolakan manusia makmur yang berlimpah harta, mengidolakan orang pinter yang terhormat, berpangkat, cantik, kuat dll. Parahnya banyak orangtua yang mendorong anak-anaknya memiliki citra diri seperti yang diidamkan orang tuanya, Kalau orang tua mengidola profesi dokter maka anaknya didisain untuk menjadi dokter. Kalau orang taunya mengidola ilmu, maka ia mendisain anaknya untuk menjadi ilmuwan dan sebagainya Banyak orang mati dalam dosa dan kegelapan, tahun-tahun umur hidupnya hanya digunakan untuk membangun citra diri yang salah.
Pernahkan saudara merenungkan kehidupan bintang film dan artis yang gemerlap harta, banyak disanjung, dan sangat terkenal tetapi sebagian mereka mati di ranjang narkoba, obat penenang, atau ranjang bunuh diri? Pernahkah saudara menemukan jawabnya mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabnya adalah: Tatkala mereka telah mencapai tingkat sukses karir mereka, tetapi ternyata jiwa mereka kosong dan hampa. Itulah sebabnya banyak dari mereka yang melarikan diri ke narkoba, free sex dan berbagai pelabuhan lain yang negatif hanya untuk mengisi kekosongan dalam jiwanya.Citra diri yang dibangun oleh manusia pada umumnya dan khususnya orang-orang muda adalah sesuatu yang dapat dikagumi, dipuja dan dihormati manusia. Alkitab mengatakan apa yang dikagumi manusia dibenci oleh Allah (Lukas 16:15). Menjadi pintar, kaya, berkedudukan, terhormat tidak salah, tetapi pertanyaannya adalah untuk apa? Untuk dikagumi dan dihormati?. Bila hanya untuk dikagumi dan dihormati, sesatlah kita. Alkitab mengatakan agar kita tidak menjadi sama dengan dunia (Roma 12:2).
Citra diri kita harus dibangun diatas dasar rencana Agung Tuhan yang menghendaki manusia agar dapat serupa dan segambar dengan diri-Nya. Ini adalah proyek besar Tuhan yang tidak pernah dibatalkan (Kejadian 1:26-27). Justru panggilan kita menjadi orang percaya adalah panggilan untuk menemukan gambar Allah yang sudah rusak atau hilang itu. Oleh sebab itu kita harus memiliki bayangan atau pengertian yang benar terhadap citra diri. Untuk ini kita tidak boleh takut ditolak dan tidak dihargai dunia.Dunia sekitar kita sudah rusak, kita tidak akan pernah menemukan citra diri yang dapat kita teladani dan dapat menjadi pola dengan mana kita terbentuk. Saat ini mata kita harus tertuju kepada satu pribadi Agung yang menjadi teladan bagi kita semua (Ibrani 12:2-5). Pribadi itu adalah pribadi anak tukang kayu dari Nazareth, yaitu yang mulia sahabat kita Tuhan Yesus Kristus.
Oleh: Pdt Dr Erastus Sabdono