Setiap kita tentu memiliki beberapa rumah makan favorit, kalau sedang ingin menikmati chinnese food, kita pasti kerumah makan yang selalu sama dan bukan yang lain. Mengapa kita memilih pergi kerumah makan yg sama berulang lagi? Tentu saja karena rumah makan itu berkomitmen dan konsisten dengan cita rasa makanannya. Apa jadinya kalau rasa masakannya berubah-ubah? Tentu saja rumah makan tersebut tidak akan mendapat pelanggan. Mengapa kita memilih satu merk dan mengabaikan merk yang lain tentu komitmen dan konsistensi jawabannya. demikian juga halnya dalam hubungan, pasti kita akan merasa aman dengan orang yang punya konsisten dan berkomitmen ke arah kebenaran. Kita akan aman dalam berbisnis disaat memiliki mitra yang konsisten dan bisa dipercaya.
Setiap orang menghargai komitmen dan konsistensi. Itu sebabnya hal ini menjadi syarat mutlak dalam meraih kesuksesan. Sebagai seorang pebisnis maupun pekerja, kita perlu memilikinya, yaitu konsistensi dan komitmen kepada kebenaran. Apakah kebenaran itu? Alkitab berulangkali dan tanpa ragu memakai tata kebenaran dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Kata "emet" merupakan akar kata dari bahasa Ibrani yang berkaitan dengan kebenaran. kata ini berarti "stabilitas", "Kesesuaian" terhadap fakta. Kata emet bisa juga merupakan "apa yang sesuai dengan kenyataan". emet bisa juga memiliki konotasi "hal yang autentik, bisa diandalkan atau semata-mata benar". Kata Yunani kebenaran dalam perjanjian Baru adalah "aletheia" yang juga berarti "kesesuaian terhadap fakta". Menurut Leon Morris, Rasul Paulus sering menggunakan kata benda aletheia, untuk menunjuk pada "kebenaran sebagai keakuratan, yang bertentangan dengan kesalahan". Dan juga, pandan Alkitab tentang kebenaran (emet-aletheia) bukanlah ciptaan budaya, anggapan mayoritas orang, atau kelompok tertentu.
komitmen dan konsistensi inilah yang ditunjukkan oleh Daniel. Dalam kitab Daniel 6:56 diceritakan bagaiman para musuh Daniel mencoba mencari kesalahannya dalam bidang karir, pekerjaan dan lainnya. Mereka tidak dapat menemukan kecuali dalam hal ibadahnya kepada Tuhan. Daniel akhirnya dimasukkan kedalam gua singa karena komitmennya kepada kebenaran dan konsistensinya dalam beribadah kepada Allah, namun karena sikapnya inilah Tuhan menyelamatkan Daniel dari ancaman tersebut. Daniel adalah salah satu contoh dari seseorang yang memiliki konsistensi dab komitmen kepada kebenaran. Bagaimana dengan kita?
Bioskop IMAGE
Nonton Bareng....
Tahun Baru 2011
Senin, 20 September 2010
Komitmen pada Kebenaran
Diposting oleh MDC Makassar di 18.14 0 komentar
Kamis, 15 Juli 2010
Anniversary 2th GKPB MAKASSAR
Tak terasa GKPB Makassar udah berjalan 2 tahun dan di tahun 2010 ini banyak perubahan dalam GKPB Mks ini. Semakin banyak jiwa dan semangat jiwa-jiwa yang terus berkobar. Nah di tanggal 17 Agustus 2010 tepatnya hari Kemerdekaan Bangsa kita, GKPB pun juga merayakan hari kemerdekaannya atas berjalannya gereja ini selama 2 tahun, yang tadinya berjalan di tahun pertama dengan jumlah jiwa 20 orang yang di awali dengan 8 orang. Sekarang GKPB Mks akan bangkit dan terus berjalan, Nah Anniversary GKPB Mks akan di adakan di Hotel Delta Lt. II Ruang Delima jam 7 mlm hingga selesai. Banyak kejutan yang akan hadir di Anniversary ini dan banyak pula souvenir yang akan diberikan kepada orang" yang sudah begitu banyak membantu.
Sukses terus buat GKPB MAKASSAR, semakin diberkati dan memberkati, dan terus melayani dalam Roh dan Kebenaran Firman Tuhan.... Terus Menjangkau, memuridkan dan mengutus dan semakin banyak pemimpin" yang baru dan terus dipakai oleh Tuhan...
Diposting oleh MDC Makassar di 17.50 0 komentar
Jumat, 02 Juli 2010
The Winner is
Diposting oleh MDC Makassar di 16.25 0 komentar
Sabtu, 05 Juni 2010
Kesetiaan membawa promosi

Sebelum Joel Osteen menjadi gembala di Lakewood Church, dia bekerja kepada ayahnya selama 17 tahun dan bertanggung jawab pada bagian pelayanan televisi. Dan inilah ceritanya tentang apa artinya kesetiaan.
Dulu kami membuat acara khusus televisi yang besar, konser, dan semua hal menyenangkan lainnya. Tetapi menjelang akhir hidup ayah saya, dia tidak ingin melakukannya lagi. Suatu hari, saya mendapatkan jam tayang dibanyak stasiun radio untuk memancarkan acara ayah saya. Saya telah begitu bekerja keras, dan merupakan suatu kesepakatan yang besar. Saya meminta ayah saya untuk turun ke studio hanya selama satu jam saja setiap minggunya, tetapi katanya, "Joel, saya tidak ingin melakukan itu. Saya telah berumur 75 tahun. Saya hanya ingin rileks dan menggembalakan gereja."
Saya merasa sangat kecewa. Saya pikir, "Tuhan, saya masih muda. Saya tidak ingin melakukan hal kecil. Saya memiliki mimpi yang besar. Saya memiliki mimpi yang besar. Saya ingin melakukan lebih lagi."
"Mungkin ini saatnya untuk saya pergi. Mungkin ini saatnya bagi saya untuk mencari beberapa peluang lainnya," demikian pikir saya.
Namun ketika saya bertanya pada hati kecil saya, saya tahu harus berada bersama ayah saya. Saya tidak tahu pasti kapan keputusan itu saya buat, tapi selanjutnya saya hanya melakukan yang terbaik hari demi hari.
Dua tahun kemudian, Ayah saya kembali kerumah Bapa. Saya menyadari sekarang mengapa Tuhan menaruh dalam hati saya sebuah mimpi yang besar, yaitu untuk membangun pelayanan saya sendiri. Tapi saya harus menunggu waktu yang tepat dari Tuhan. Jika saja saya tidak setia dimana saya ditempatkan, dan saya tidak menghormati dan tunduk pada otoritas saya dan memilih yang benar saya percaya, saya tidak akan berdiri dimana saya sekarang berada.
Teman, mungkin anda melihat sepertinya pintu tertutup bagi mimpi anda. Mungkin otoritas anda memiliki pemikiran yang berbeda dari anda. Tetapi begitu anda memutuskan untuk berbunga, ditempat andi ditanam, dan menjaga sikap anda; Ketika anda memutuskan untuk tidak kecewa ketika otoritas diatas anda tidak setuju dengan anda, maka anda akan menuai benih yang anda tabur, dan Tuhan akan membawa anda ketempat dimana Dia mau anda berada. Jadi tetaplah berdiri, tetaplah percaya, dan tetap lakukan yang terbaik karena Tuhan akan membawa anda ke tempat dimana anda belum pernah memimpikannya.
Maka kata tuannya itu kepadanya : Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius 25 : 23
sumber : joelosten.com
Diposting oleh MDC Makassar di 15.15 0 komentar
Label: edisi Juni 10
Jumat, 19 Maret 2010
Kebebasan seperti pedang bermata dua
Sejak berada di Taman Eden, Allah telah memberi manusia hak pilihan bebas. Kebebasan adalah salah satu yang paling dihargai dan menjadi dasar dari nilai-nilai Kristen, namun hanya karena kita adalah manusia, kita dapat dengan mudah membiarkan kebebasan kita berubah menjadi pemberontakan.
Setiap hari kita diperhadapkan dengan pilihan-pilihan, sering kali kita harus membuat keputusan dengan cepat, beberapa tampak remeh, dan sebagian besar dan mampu mengubah hidup kita. Tetapi kenyataannya adalah bahwa setiap pilihan yang kita ambil mempunyai konsekuensi, baik besar maupun kecil. Yesus mengatakan kepada kita bahwa kita harus menjadi garam dan terang dunia, dan bahwa kita harus membiarkan terang kita bercahaya di depan orang (Matius 5:13-16). Tetapi Dia juga mengerti bahwa garam kita dapat menjadi hambar dan kita dapat memilih untuk "menyembunyikan" terang kita. Itu adalah pilihan kita. Kita akan kehilangan rasa asin dan menyembunyikan terang kita setiap kali kita mengompromikan integritas dan mengikuti cara dunia.
Seringkali pembenaran dan rasionalisasi selalu begitu mudah ketika kita membuat pilihan seperti, "Semua orang melakukannya," jadi kita berpikir bahwa melakukan satu kebohongan kecil atau salah satu tindakan kecil yang tidak jujur bukanlah sebuah masalah. Setan tidak selalu berjalan berkeliling seperti singa yang mengaum, "mencari orang yang dapat ditelannya" (1 Petrus 5:8) tetapi dia lebih sering bertindak seperti ular yang cerdik di Taman Eden. Ia akan menggunakan kata-kata tipuan yang manis seperti yang ia gunakan kepada Hawa, "Apakah Allah benar-benar mengatakan hal itu?" (Kejadian 3:1).
Jawaban atas pertanyaan Setan sebenarnya mudah yaitu YA, Allah memang benar-benar mengatakan itu ! Dia berbicara kepada kita, memperingatkan kita, mendorong kita, membimbing kita dan membawa kita setiap saat setiap hari. Jika kita mendengarkanNya dan percaya dan taat kepadaNya, Dia akan melindungi kita dari setiap bahaya dan godaan, dan membawa kita ke dalam hidup yang berkelimpahan. Tuhan memberi kita kemampuan untuk memilih namun ketaatan adalah keputusan kita. Kita memiliki kebebasan untuk mentaati Tuhan dan memilih integritas namun kita juga memiliki kebebasan yang sama untuk mentaati setan dan keinginan untuk berbuat dosa yang berakibatkan kematian. Pilihlah untuk taat kepada Tuhan dan Anda memilih kehidupan.
Diposting oleh MDC Makassar di 09.13 0 komentar
Label: Edisi Maret (MDC Buletin)

